Minggu, 06 Maret 2016

Ramzul Ihsan: Bukan Rocket-Science, Hanya Pokeball Elektrik Sederhana


Charmander adalah pilihan tepat untuk permulaan!” Lelaki tersebut memanggil kembali kenangan masa kecilnya.
Pengagum Charizard satu ini bernama Ramzul Ihsan. Ditemui di sela kesibukannya, laki-laki yang biasa dipanggil Ramzul tersebut telah mengambil hati para penggemar Pokemon dari berbagai negara melalui karyanya. Lahir di Singapura pada 17 Juni 1987 tidak membuatnya berbeda dengan anak-anak di belahan dunia lain.
“Aku tumbuh bersama Tamagochi dan Digimon. Jadi, mengenal Pokemon saat itu merupakan excitement yang begitu besar,” ujarnya bersemangat.
Ramzul percaya hal tersebut juga dialami oleh penggemar Pokemon pada umumnya. Selain itu, ia juga yakin bahwa kecintaannya pada Pokemonlah yang membuatnya konsisten berkarya dan berinovasi selama ini.
It’s not really a business. See? Kami tidak melakukan produksi massal,” tegasnya.
Bersama tiga orang teman kuliahnya –Syahiruddin, Md. Hidayat, dan Kenneth Teo- Ramzul mulai membuat merchandize Pokemon. Proyek tersebut ia namai The Pokeball Project.
Dalam proyek tersebut, Ramzul dan timnya membuat berbagai inovasi pada replika pokeball agar benar-benar mirip dengan pokeball yang ada di seri animasinya. Dengan bangga Ramzul menjelaskan bahwa semua komponen bahan yang ia gunakan dalam membuat replika pokeball sangatlah mudah didapat di hardware store manapun.
Gagasan tersebut muncul ketika Ramzul melihat seseorang membuat replika pokeball dengan fitur cahaya. Pokeball tersebut hanya terbuat dari cangkang metal dengan lampu LED yang dipasang di bagian depan cangkang.
“Percaya atau tidak, replika tersebut terjual seharga U$99 per unit!” ujarnya sembari mengangkat alis dan melebarkan matanya.
Ramzul menggeleng keheranan pada apa yang ia lihat saat itu. Dari situlah timbul keinginannya untuk membuat pokeball sendiri dengan fungsi yang lebih banyak, lebih ringan, dan tentu dengan harga yang terjangkau.




 
Ia membuat prototype pertamanya pada Agustus 2014, dan mulai memposting karyanya secara berkala di Facebook. Beberapa bulan setelahnya, barulah ia membuat official account (OA) di Instagram. Platform inilah yang membuatnya dikenal luas. Dua OA tersebut kini menjadi pusat update informasi produk terbaru yang ia luncurkan.
Adanya pergantian personel pada tim membuat Ramzul berinisiatif untuk menambah produk baru, sekaligus mengganti nama brand-nya. Pada pertengahan 2015, The Pokeball Project berganti nama menjadi The Phoenix Orb Project. Mulai saat itu Ramzul menjual pokemon gym badges dan pendant sebagai tambahan.

 
Tak hanya itu, sejak The Phoenix Orb Project memiliki situs resmi, Ramzul semakin meningkatkan fitur dan jenis pokeball yang ia buat. Mulai dari jenis Mod-M2 dengan cahaya yang memudar, Mod-M3 dengan fitur suara dan getaran, Mod-M4 dengan fitur cahaya dan suara, pokeball ukuran mini, hingga pokeball dengan layout bekas goresan. Lebih jauh lagi, ia juga menerima pesanan custom.
“Sebuah extension mat! Dan mungkin sebuah pokeball yang dapat memproyeksikan pokemon hahaha!” jawabnya ketika ditanya mengenai inovasi yang ia ingin wujudkan.
Dengan pencapaiannya selama ini, Ramzul  berharap untuk dapat terus berinovasi dan dapat menjangkau fans Pokemon sebanyak-banyaknya melalui The Phoenix Orb Project.
***
by the way, check their official account! they're hosting a giveaway until March, 10th 2016
The Phoenix Orb Project

Tidak ada komentar: